Jepang Butuh Kebijakan yang Kuat untuk Memerangi "Wabah" Kesepian!
Melihat angka bunuh diri di Jepang, peningkatan jumlah korban berusia 20-an dan lebih muda sangat mengejutkan. Ada beberapa organisasi nirlaba yang menyediakan layanan konsultasi berbasis media sosial, yang dilakukan setelah beberapa pertimbangan.
Orang Jepang yang paling rentan, termasuk orang tua, juga berisiko lebih besar menjadi terisolasi, bahkan sebelum krisis virus corona terjadi. Masyarakat yang menua itu sendiri, tingkat kelahiran yang menurun dan depopulasi yang bertahap, serta perubahan gaya hidup yang membuat ikatan sosial di Jepang semakin lemah.
Selain itu, beberapa tahun terakhir telah muncul apa yang disebut "masalah 80/50", yaitu orang tua di usia 80-an yang jatuh ke dalam kemiskinan karena merawat anak-anak "hikikomori" yang berusia 50-an. Rumah tangga orang tua tunggal yang miskin juga menjadi masalah serius. Kondisi yang menyebabkan kesepian dan isolasi sosial bervariasi, dan untuk mengatasi hal ini, pemerintah harus menyusun rencana dasar yang komprehensif dan menjalankannya dalam jangka panjang. Tetapi masyarakat itu sendiri juga harus berubah.
Kondisi saat ini menekankan swadaya dan kemandirian. Namun hal ini mengakibatkan banyak kasus orang yang membutuhkan ragu-ragu untuk mengajukan bantuan karena ketakutan akan ketidaksetujuan atau diskriminasi sosial. Kita perlu menciptakan lingkungan yang memungkinkan orang-orang yang terisolasi dan kesepian untuk mengatakan dengan lantang, "Saya kesakitan" dan "Tolong bantu saya".
Sumber : Japanesestation



Posting Komentar
0 Komentar